{"id":31970,"date":"2022-09-23T09:01:55","date_gmt":"2022-09-23T02:01:55","guid":{"rendered":"https:\/\/delovery.com\/blog\/?p=31970"},"modified":"2024-08-15T17:33:26","modified_gmt":"2024-08-15T10:33:26","slug":"sejarah-bunga-pernikahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/","title":{"rendered":"Bukan Hanya Karena Indah, Ternyata Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan bunga dalam acara pernikahan seringkali kita temui, entah di dalam pernikahan dengan konsep modern maupun tradisional. Pemilihan bunga sebagai dekorasi pernikahan akan membuat acara semakin indah dan menawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan bunga sebagai pemanis pernikahan bisa berupa berbagai bentuk seperti <\/span><a href=\"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/tips-merawat-buket-bunga-happy-wedding\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">buket pernikahan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang akan menemani pengantin sepanjang acara. Tak hanya itu, bunga juga turut disertakan pada hiasan dinding, meja bahkan gaun pengantin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi tahukah Anda dari mana asal mula tradisi semacam itu? Bagaimana <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sejarah bunga pernikahan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">? Mengapa mempelai \u2018diharuskan\u2019 membawa buket bunga di tangannya? Mengapa harus bunga yang menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2018icon\u2019 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebuah pernikahan?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sejarah Bunga Pernikahan<\/b><b> di Beberapa Negara\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-31987 aligncenter\" src=\"https:\/\/delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/tulip-bouquet.jpg\" alt=\"tulip-bouquet\" width=\"600\" height=\"600\" \/>Jejak tradisi penggunaan bunga di acara pernikahan ternyata bisa ditemukan sejak zaman purbakala sekitar abad 800-500 sebelum masehi. Hal ini bisa dilihat dari berbagai negara seperti Roma, Yunani dan Mesir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, penggunaan bunga masih tergolong minim pasalnya mereka lebih banyak menggunakan dedaunan, biji-bijian bahkan berbagai macam rempah sebagai bahan buket bunga pengantin.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Yunani<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada teks Yunani kuno digambarkan bahwa mempelai wanita akan tampil di atas panggung pelaminan dengan balutan rangkaian bunga berbentuk lingkaran. Bunga ini dianggap melambangkan cinta yang alami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rangkaian bunga tersebut terdiri dari ranting pohon zaitun, rempah-rempahan, dan bunga Ivy berwarna putih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tangkai dan ranting serta biji-bijian digunakan sebagai bentuk permohonan kelimpahan kebahagiaan dan kesuburan. Sedangkan bunga Ivy putih melambangkan kebahagiaan yang manis di hari pernikahan.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Roma<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemakaian bunga sebagai dekorasi pernikahan di Roma hampir mirip dengan konsep pernikahan di negara Yunani. Orang romawi kuno memadukan tanaman bunga dan dedaunan hijau sebagai karangan bunga dan mahkota pengantin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rangkaian bunga ini biasanya juga dibuat dengan campuran berbagai tumbuhan dengan bau yang menyengat seperti bawang putih, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">thyme <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan kemangi. Pasalnya tumbuhan semacam itu konon dipercaya bisa menangkal roh jahat.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Mesir<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah bunga pernikahan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> selanjutnya datang dari negara Mesir. Orang Mesir kuno cenderung menyelenggarakan pernikahan yang sederhana namun bermakna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara pernikahan ini akan dihiasi dengan bunga teratai dan pengantin akan membawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">thyme <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan bawang putih sebagai buket pengantin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sejarah Bunga Pernikahan<\/b><b> Berdasarkan Zaman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-31988 aligncenter\" src=\"https:\/\/delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/buket-pernikahan.jpg\" alt=\"buket-pernikahan\" width=\"600\" height=\"600\" \/>Rentetan sejarah tradisi bunga sebagai dekorasi pernikahan tentunya juga dapat dilihat dari masa ke masa. Berikut beberapa penjelasan terkait bunga pernikahan di berbagai zaman.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Abad Pertengahan\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada abad 5-15, pernikahan diwarnai dengan biji-bijian seperti gandum dan karangan bunga yang menghiasi gaun pengantin wanita. Tak hanya itu, rambut mempelai wanita akan dibiarkan tergerai dan dihiasi dengan bunga-bunga yang sudah ditenun.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Abad 16-17<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada abad ini atau yang lebih dikenal dengan Dinasti Tudor, penampakan bunga pernikahan lebih terlihat ceria dan pemakaiannya pun mulai berlimpah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan zaman sebelumnya, buket tangan pada era Elizabethan memakai konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">posy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nosegay <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dimana buket berbentuk kecil dan ringan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis bunga yang populer pada zaman ini adalah bunga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marigold<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Marigold <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi simbol cinta tanpa akhir dan kesetiaan yang mendalam, karena bunga ini begitu setia pada matahari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada zaman ini pula bunga memiliki arti dan maknanya sendiri atau bisa dibilang di sinilah cikal bakal \u2018bahasa bunga\u2019 muncul, lebih tepatnya dimulai di Turki.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Pertengahan Abad 19-20<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah bunga pernikahan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> lainnya datang dari era Victoria, sang ratu populer di Inggris dari tahun 1837 hingga 1901. Pada zaman ini, rempah-rempah dan biji-bijian telah digantikan dengan bunga segar seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marigold <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karangan bunga yang menawan, rangkaian bunga-bunga simbolik dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">flower crown<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi ciri khas pada pernikahan di zaman ini termasuk pernikahan Ratu Victoria dan Pangeran Albert.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Abad ke-20<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada era modern ini, kehadiran bunga dalam acara pernikahan sudah menjadi sebuah keharusan. Akibat tren ini berbagai macam inovasi rangkaian bunga pun muncul seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand bouquet, standing flower<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hingga <\/span><a href=\"https:\/\/www.delovery.com\/bunga\/bunga-papan\"><span style=\"font-weight: 400;\">bunga papan ucapan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karangan bunga di zaman sekarang, juga didesain lebih menarik sehingga terlihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eye catching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mulai dari pemilihan jenis bunga, perpaduan warna hingga model dipilih dengan hati-hati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata bunga yang kerap hadir memeriahkan acara pernikahan memiliki sejarah yang panjang juga ya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah bunga pernikahan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini bisa menjadi bukti bahwa bunga memang dipercaya sebagai lambang cinta dan kasih sayang sejak zaman dahulu kala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka tak heran, dalam kehidupan sehari-hari bunga dikaitkan dengan hal yang berbau romantis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bunga Pernikahan Kini Makin Beragam dan Semakin Menjadi Favorit Item di Pernikahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-31989 aligncenter\" src=\"https:\/\/delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/buket-pernikahan-rustic.jpg\" alt=\"buket-pernikahan-rustic\" width=\"600\" height=\"600\" \/>Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bunga menjadi sebuah elemen yang sudah mutlak hadir di acara pernikahan. Maka dari itu, Delovery hadir menyediakan berbagai pilihan <\/span><a href=\"https:\/\/www.delovery.com\/bunga\/buket-bunga\"><span style=\"font-weight: 400;\">bouquet pernikahan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang cantik dan manis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai platform penyampai ekspresi kasih dan silaturahmi, Delovery juga menyediakan berbagai karangan bunga, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parcel <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gift <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ke 300 kota di seluruh Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk sampaikan perasaan Anda pada orang terkasih bersama Delovery!<\/span><\/p>\n<p><em><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/makna-bunga-pernikahan\/\">Ketahui Makna Bunga Dalam Setiap Momen Pernikahan<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunaan bunga dalam acara pernikahan seringkali kita temui, entah di dalam pernikahan dengan konsep modern maupun tradisional. Pemilihan bunga sebagai dekorasi pernikahan akan membuat acara semakin indah dan menawan. Penggunaan bunga sebagai pemanis pernikahan bisa berupa berbagai bentuk seperti buket pernikahan yang akan menemani pengantin sepanjang acara. Tak hanya itu, bunga juga turut disertakan pada hiasan dinding, meja bahkan gaun pengantin. Akan tetapi tahukah Anda dari mana asal mula tradisi semacam itu? Bagaimana sejarah bunga pernikahan? Mengapa mempelai \u2018diharuskan\u2019 membawa buket bunga di tangannya? Mengapa harus bunga yang menjadi \u2018icon\u2019 sebuah pernikahan?\u00a0 Sejarah Bunga Pernikahan di Beberapa Negara\u00a0 Jejak tradisi penggunaan bunga di acara pernikahan ternyata bisa ditemukan sejak zaman purbakala sekitar abad 800-500 sebelum masehi. Hal ini bisa dilihat dari berbagai negara seperti Roma, Yunani dan Mesir. Namun, penggunaan bunga masih tergolong minim pasalnya mereka lebih banyak menggunakan dedaunan, biji-bijian bahkan berbagai macam rempah sebagai bahan buket bunga pengantin. Yunani Pada teks Yunani kuno digambarkan bahwa mempelai wanita akan tampil di atas panggung pelaminan dengan balutan rangkaian bunga berbentuk lingkaran. Bunga ini dianggap melambangkan cinta yang alami. Rangkaian bunga tersebut terdiri dari ranting pohon zaitun, rempah-rempahan, dan bunga Ivy berwarna putih.\u00a0 Tangkai dan ranting serta biji-bijian digunakan sebagai bentuk &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2160,"featured_media":31986,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179],"tags":[],"class_list":["post-31970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-momen-pernikahan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bukan Hanya Indah, Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sejarah bunga pernikahan memang memiliki cerita yang cukup panjang mulai dari cerita dibeberapa negara hingga zamannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bukan Hanya Indah, Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejarah bunga pernikahan memang memiliki cerita yang cukup panjang mulai dari cerita dibeberapa negara hingga zamannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Inspirasi dan Tips seputar bunga dan kado by Delovery\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/delovery.id\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-23T02:01:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-15T10:33:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Biru Pangestu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Biru Pangestu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Biru Pangestu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/be7052a8a6679751be27c9285df62ce8\"},\"headline\":\"Bukan Hanya Karena Indah, Ternyata Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan\",\"datePublished\":\"2022-09-23T02:01:55+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-15T10:33:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/\"},\"wordCount\":732,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg\",\"articleSection\":[\"Momen Pernikahan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/\",\"name\":\"Bukan Hanya Indah, Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-23T02:01:55+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-15T10:33:26+00:00\",\"description\":\"Sejarah bunga pernikahan memang memiliki cerita yang cukup panjang mulai dari cerita dibeberapa negara hingga zamannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg\",\"width\":1200,\"height\":675,\"caption\":\"sejarah bunga pernikahan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/sejarah-bunga-pernikahan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Blog\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bukan Hanya Karena Indah, Ternyata Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Inspirasi dan Tips seputar bunga dan kado dari Delovery\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Delovery.com\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/logo_delovery-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/logo_delovery-1.webp\",\"width\":256,\"height\":66,\"caption\":\"Delovery.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/delovery.id\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/delovery.id\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@delovery.id\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@delovery\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/be7052a8a6679751be27c9285df62ce8\",\"name\":\"Biru Pangestu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/90fec7d22d1c00312746cd97ccb48e90.jpg?ver=1783188463\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/90fec7d22d1c00312746cd97ccb48e90.jpg?ver=1783188463\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/90fec7d22d1c00312746cd97ccb48e90.jpg?ver=1783188463\",\"caption\":\"Biru Pangestu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.delovery.com\\\/blog\\\/author\\\/internship-mf01\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bukan Hanya Indah, Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan","description":"Sejarah bunga pernikahan memang memiliki cerita yang cukup panjang mulai dari cerita dibeberapa negara hingga zamannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bukan Hanya Indah, Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan","og_description":"Sejarah bunga pernikahan memang memiliki cerita yang cukup panjang mulai dari cerita dibeberapa negara hingga zamannya.","og_url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/","og_site_name":"Inspirasi dan Tips seputar bunga dan kado by Delovery","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/delovery.id\/","article_published_time":"2022-09-23T02:01:55+00:00","article_modified_time":"2024-08-15T10:33:26+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Biru Pangestu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Biru Pangestu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/"},"author":{"name":"Biru Pangestu","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/#\/schema\/person\/be7052a8a6679751be27c9285df62ce8"},"headline":"Bukan Hanya Karena Indah, Ternyata Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan","datePublished":"2022-09-23T02:01:55+00:00","dateModified":"2024-08-15T10:33:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/"},"wordCount":732,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg","articleSection":["Momen Pernikahan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/","url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/","name":"Bukan Hanya Indah, Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg","datePublished":"2022-09-23T02:01:55+00:00","dateModified":"2024-08-15T10:33:26+00:00","description":"Sejarah bunga pernikahan memang memiliki cerita yang cukup panjang mulai dari cerita dibeberapa negara hingga zamannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sejarah-bunga-pernikahan.jpg","width":1200,"height":675,"caption":"sejarah bunga pernikahan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-bunga-pernikahan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Blog","item":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bukan Hanya Karena Indah, Ternyata Ini Sejarah Panjang Bunga Dalam Pernikahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/","name":"Inspirasi dan Tips seputar bunga dan kado dari Delovery","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/#organization","name":"Delovery.com","url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/logo_delovery-1.webp","contentUrl":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/logo_delovery-1.webp","width":256,"height":66,"caption":"Delovery.com"},"image":{"@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/delovery.id\/","https:\/\/www.instagram.com\/delovery.id\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@delovery.id\/","https:\/\/www.youtube.com\/@delovery\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/#\/schema\/person\/be7052a8a6679751be27c9285df62ce8","name":"Biru Pangestu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/90fec7d22d1c00312746cd97ccb48e90.jpg?ver=1783188463","url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/90fec7d22d1c00312746cd97ccb48e90.jpg?ver=1783188463","contentUrl":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/90fec7d22d1c00312746cd97ccb48e90.jpg?ver=1783188463","caption":"Biru Pangestu"},"url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/author\/internship-mf01\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2160"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31970"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31970\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}