{"version":"1.0","provider_name":"Inspirasi dan Tips seputar bunga dan kado by Delovery","provider_url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog","title":"Cantik dan Menawan, Ini Dia Makna dan Sejarah Boutonniere","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"PwjmSGNys5\"><a href=\"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-makna-boutonniere\/\">Cantik dan Menawan, Ini Dia Makna dan Sejarah Boutonniere<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/sejarah-makna-boutonniere\/embed\/#?secret=PwjmSGNys5\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Cantik dan Menawan, Ini Dia Makna dan Sejarah Boutonniere&#8221; &#8212; Inspirasi dan Tips seputar bunga dan kado by Delovery\" data-secret=\"PwjmSGNys5\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>\n","thumbnail_url":"https:\/\/www.delovery.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Sejarah-Boutonniere.jpg","thumbnail_width":1200,"thumbnail_height":675,"description":"Bunga pernikahan telah menjadi hal yang wajib ada di acara pernikahan. Bentuknya pun beragam, mulai dari hand bouquet, flower standing hingga corsage dan boutonniere.\u00a0 Bagi kamu yang masih asing dengan kata corsage dan boutonniere, kedua jenis rangkaian bunga ini digunakan sebagai aksesoris calon pengantin. Corsage untuk mempelai wanita, sedangkan boutonniere dipakai oleh mempelai pria. Berbicara mengenai boutonniere, tahukah kamu mengapa ada tradisi semacam itu? Tradisi dimana para pengantin pria akan menggunakan sekumpulan bunga kecil yang ditaruh di dada kiri tepat di atas jantung. Kenapa bisa gitu yah? Masa cowok pake bunga sih? Bukannya hal itu justru mengurangi maskulinitas mereka? Sejarah Boutonniere Kata boutonniere diambil dari bahasa Perancis yang artinya lubang kancing. Ada banyak pendapat tentang awal mula kemunculan salah satu aksesoris pernikahan ini. Pendapat pertama mengatakan bahwa penggunaan boutonniere sudah ada sejak masa lampau yakni pada masa peradaban Mesir dan Aztec. Boutonniere di zaman ini berperan sebagai bentuk dukungan kepada tim olahraga yang sedang bertanding. Lalu pendapat kedua menyatakan sejarah boutonniere dimulai sejak hari pernikahan Pangeran Albert dan Ratu Victoria. Lebih tepatnya pada saat Pangeran Albert membuat lubang khusus di jas pernikahan yang ia pakai setelah Ratu Victoria memberikan bunga kepadanya. Pendapat terakhir menyebutkan tradisi tersebut berasal dari perang saudara &hellip;"}