Home » Cantik dan Menawan, Ini Dia Makna dan Sejarah Boutonniere

Bunga pernikahan telah menjadi hal yang wajib ada di acara pernikahan. Bentuknya pun beragam, mulai dari hand bouquet, flower standing hingga corsage dan boutonniere

Bagi kamu yang masih asing dengan kata corsage dan boutonniere, kedua jenis rangkaian bunga ini digunakan sebagai aksesoris calon pengantin. Corsage untuk mempelai wanita, sedangkan boutonniere dipakai oleh mempelai pria.

Berbicara mengenai boutonniere, tahukah kamu mengapa ada tradisi semacam itu? Tradisi dimana para pengantin pria akan menggunakan sekumpulan bunga kecil yang ditaruh di dada kiri tepat di atas jantung.

Kenapa bisa gitu yah? Masa cowok pake bunga sih? Bukannya hal itu justru mengurangi maskulinitas mereka?

Sejarah Boutonniere

BoutonniereKata boutonniere diambil dari bahasa Perancis yang artinya lubang kancing. Ada banyak pendapat tentang awal mula kemunculan salah satu aksesoris pernikahan ini.

Pendapat pertama mengatakan bahwa penggunaan boutonniere sudah ada sejak masa lampau yakni pada masa peradaban Mesir dan Aztec. Boutonniere di zaman ini berperan sebagai bentuk dukungan kepada tim olahraga yang sedang bertanding.

Lalu pendapat kedua menyatakan sejarah boutonniere dimulai sejak hari pernikahan Pangeran Albert dan Ratu Victoria. Lebih tepatnya pada saat Pangeran Albert membuat lubang khusus di jas pernikahan yang ia pakai setelah Ratu Victoria memberikan bunga kepadanya.

Pendapat terakhir menyebutkan tradisi tersebut berasal dari perang saudara Inggris yang terjadi bertahun-tahun lalu. Karena melawan saudara sendiri, mereka kesulitan untuk membedakan mana lawan dan mana kawan karena cara berbicara yang mirip.

Hal ini lantas menghadirkan sebuah solusi, dimana pihak yang bertikai memakai bunga yang sama berdasarkan kubu mereka.

Lantas mengapa boutonnieres menjadi salah satu elemen penting di sebuah acara pernikahan?

Itu semua karena orang terdahulu memiliki kepercayaan bahwa bunga dapat menangkal roh jahat, keburukan, sial hingga bau badan.

Kepercayaan tersebut juga diperkuat dengan adanya kepercayaan serupa yang datang dari zaman Yunani Kuno. Sehingga di abad 16 hingga 17 penggunaan boutonnieres menjadi hal lumrah dalam kehidupan sehari-hari.

Tata Cara Menggunakan Boutonniere

BoutonniereLalu bagaimana cara menggunakan aksesoris ini? Seperti yang telah disebutkan tadi, boutonniere akan disematkan pada kerah jas atau tuxedo bagian kiri pengantin pria. 

Tak hanya mempelai pria, sebenarnya pernak-pernik pernikahan ini dapat kamu berikan pada beberapa anggota keluarga, groomsmen atau kerabat dan teman terdekat lainnya.

Eitss tapi hati-hati ya, pasalnya ternyata jenis bunga yang digunakan oleh calon pengantin tidak boleh sama dengan lainnya. 

Itulah serba-serbi boutonniere salah satu aksesoris pernikahan dari negeri barat. Gimana tertarik menggunakan boutonniere saat pernikahanmu nanti?

Selain Boutonniere, Jangan Lupa untuk Siapkan Buket Pernikahan Juga!

BoutonniereApakah kamu tahu ada ornamen penting lainnya yang sangat umum kehadirannya di momen-momen spesial seperti pernikahan? Yaps betul bunga buket. 

Nah, bagi kamu nih yang lagi cari hand bouquet khususnya buket pernikahan cus langsung aja ke Delovery. Ada banyak pilihan bunga buket manis nan menawan yang bisa kamu pilih.

Ingin memeriahkan hari-hari penting dengan sentuhan bunga yang cantik? Pilih saja Delovery!

Previous

Dijamin Luluh! Ini Dia 10+ Cara Paling Manis Minta Maaf ke Pasangan

Next

Pilihan Bunga Ulang tahun dan Maknanya